Filsafat berkembang atas dasar pemikiran para filsuf yang dimulai sejak zaman kuno yaitu abad ke-6 SM. Perkembangan filsafat dibagi menjadi 4 periode yaitu Filsafat Kuno, Abad Pertengahan, Filsafat Modern dan Filsafat Masa Kini (Contemporary). Sejarah perkembangan filsafat di sini mengacu pada pemikiran filsafat Barat di Yunani.
1. Filsafat Kuno (650 SM – 1399 SM)
Filsafat kuno yang dimaksud di sini adalah zaman Yunani Kuno. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu dan filsafat karena bangsa Yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi – mitologi. Zaman filsafat kuno terbagi lagi menjadi 5 periode yaitu :
a. Permulaan Filsafat Barat di Yunani Kuno (650SM – 600SM)
Permulaan filsafat barat di Yunani Kuno termasuk ke dalam peride filsafat alam. Beberapa tokoh filsuf pada zaman ini yang berasal dari Kaum Ionians adalah :
(i) Thales (624SM – 546SM)
Thales berpendapat bahwa segala sesuatu itu asalnya atu unsure induknya adalah air.
(ii) Anaximander (611SM – 547SM)
Anaximander berpendapat bahwa yang dianggap asal dari segala sesuatu adalah yang tak terbatas.
(iii) Anaximenes (599SM – 524SM)
Anaximenes berpendapat bahwa yang dianggap asal dari segala sesuatu adalah udara.
(iv) Heraclitus of Ephesus (540SM – 460SM)
Menurut Heraclitus of Ephesus yang menjadi dasar semua materi adalah api.
(v) Pythagoras
Pythagoras dikenal sebagai Bapak Bilangan. Menurutnya segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika.
Kelima tokoh di atas dikenal dengan nama filsuf pertama atau filsuf alam. Mereka mencari unsur induk (arche) yang dianggap asal dari segala sesuatu.
b. Zaman Keemasan Filsafat Yunani
Zaman ini termasuk dalam filsafat alam. Beberapa tokohnya yaitu :
(i) Yang berasal dari Kaum Eleatic School (550SM)
Tokohnya :
- Xenophanes of Colophon
- Permenides of Elea
Menurutnya segala sesuatu bersifat tetap.
- Zeno of Elea
Aristoteles menjulukinya penemu dialektik dan Bertrand Russell menyatakan ia telah menyebabkan didirikannya logika modern. Ia paling terkenal dengan paradoksnya.
(ii) Yang berasal dari Kaum Pluralist (500SM)
Tokohnya :
- Empedocles (490SM – 430SM)
Menurutnya materi teridiri atas 4 unsur dasar yang ia sebut sebagai akar yaitu air, tanah, udara dan api. Kemudian ia tambahkan 1 unsur lagi yaitu cinta.
- Anaxagoras (500SM – 428SM)
(iii) Yang berasal dari Kaum Atomist (450SM)
Tokohnya :
- Democritus (460SM – 370SM)
Democritus menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan. Ia juga mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi.
- Leucippus
(iv) Yang berasal dari Kaum Sophist (400SM)
Kaum Sophist adalah segolongan kaum yang pandai berpidato. Masa ini termasuk dalam periode metafisik. Tokohnya :
- Protagoras
Menurutnya manusia adalah ukuran untuk segala – galanya.
- Georgias
c. Zaman Keruntuhan Kerajaan Yunani dan Masa Helenitis
Beberapa tokoh pada zaman ini yang termasuk dalam periode metafisik adalah :
(i) Socrates (470SM – 399SM)
Menurut Socrates yang benar dan yang baik harus dipandang sebagai nilai. Nilai objektif yang dijunjung tinggi oleh smeua orang.
(ii) Plato (428SM – 347SM)
Menurutnya realitas seluruhnya terbagi menjadi 2 dunia yaitu dunia jasmani (pengalaman) dan dunia ide.
(iii) Aristotles (384SM – 322SM)
Menurutnya ada 3 macam abstraksi (aktivitas rasional dimana seseorang memperoleh pengetahuan) yaitu abstraksi fisis, matematis dan metafisis.
Sedangkan beberapa tokoh lain pada zaman ini yang termasuk dalam periode Ethical berasal dari beberapa aliran yaitu :
(i) Stoicism
Aliran ini menyatakan penyangkalan adanya “Ruh” dan “Materi”. Tokohnya adalah Zeno (336SM – 264SM).
(ii) Epicureanism
Menurut aliran ini segala – galanya terdiri atas atom – atom yang senantiasa bergerak. Tokohnya adalah Epicurus (342SM – 270SM).
(iii) Skepticism
Aliran ini menyatakan adanya kesangsian, tidak mungkin mencapai kepastian. Tokohnya adalah Pyrrho of Elis (365SM – 275SM).
(iv) Eclecticism
Tokohnya adalah Antiochus.
Pada masa Helenitis, muncul tokoh – tokoh pengetahuan Yuanani yaitu :
(i) Euclid (300SM)
Menurutnya ilmu adalah deduksi. Ia juga menerbitkan buku Geometri Euclid.
(ii) Archimedes (287SM – 212SM)
Archimedes menemukan bilangan phi
.
(iii) Apollonius (260SM – 200SM)
Ia terkenal dengan irisan kerucutnya.
(iv) Ptolemy
d. Zaman Kerajaan Romawi (192SM – 146SM)
Zaman ini termasuk pada periode Religious (agama). Terdapat beberapa tokoh yang berasal dari beberapa sekolah yaitu :
(i) The Judaic – Alexandrian School
Tokohnya Philo dari Alexandria (50SM – 30SM)
(ii) The Neo – Platonic School
Menurut paham Neo – Platonicsegala sesuatu berasal dari yang satu dan ingin kembali kepadaNya. Seluruh filsafat dalam aliran ini berkisar pada Allah SWT sebagai yang satu. Tokohnya adalah Ammonius Saccas dari Alexandria, Plotinus, St. Augustine, dan John Scotus Erigena.
(iii) The Neo – Pythagorean School
Tokohnya adalah Apollonius of Tiana.
2. Zaman Abad Pertengahan (815SM – 600SM)
Masa ini termasuk dalam periode Scholastic Philosophy. Masa ini adalah awal mula munculnya agama Kristen. Logika ditutup oleh gereja dan digantikan dengan logika keagamaan. Zaman abad pertengahan dibagi menjadi beberapa masa yaitu :
a. Masa Kegelapan
Terdapat aliran atau kaum yang disebut The Mystics. Tokohnya antara lain St Peter Damian (1007M – 1072M) dan St Bernard of Clairvaux (1091M – 1153M).
b. Masa Pertengahan
Terdapat paham yang disebut The Dialecticians yang tokohnya antara lain St Anselm, Peter Abelard, dan John of Salisbury.
Tokoh masa pertengahan yang lain yaitu :
(i) Albertus Magnus
(ii) Roger Bacon
(iii) St Bonaventure
(iv) St Thomas Aquinas
Berpendapat bahwa suatu hukum yang bertentangan dengan hukum moral kehilangan kekuatannya.
(v) John Duns Scotus
Beliau adalah perintis jalan filsafat abad XIV.
(vi) William of Ockham
Beliau meneruskan Scotus.
c. Zaman Renaissance (1304M – 1576M) dan Zaman Reformasi (1517M – 1564M)
Renaissance ialah zaman peralihan dari kebudayaan Abad Pertengahan menjadi kebudayaan modern. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Ilaahi. Ilmu pengetahuan yang berkembang adalah bidang astronomi. Tokoh – tokoh yang terkenal pada masa ini beraliran Humanis diantaranya Nicholas of Cusa, Bernardio Telesio, Giorano Bruno, Tommaso Campanella dan Niccola Machiavelli.
3. Zaman Modern dan Kontemporer
Zaman modern ditandai dengan berbagai penentuan dalam bidang ilmiah. Objek fikir pada zaman ini adalah manusia. Paham atau aliran yang muncu pada zaman ini di antaranya :
a. Empiricism
Aliran ini berpendapat bahwa pengalaman adalah sumber utama pengenalan. Tokoh – tokohnya :
(i) Francis Bacon
Ia menyatakan ilmu itu jika terbebas dari idol.
(ii) Thomas Hobbes
(iii) John Locke
(iv) Isaac Newton
Ia terkenal dengan teori gravitasinya.
(v) George Barkely
Menurutnya ilmu adalah tipuan belaka.
(vi) David Hume
Menurutnya ilmu adalah totalitas dari pengalaman.
b. Rationalism
Rationalism adalah metode pembuktian pernyataan berdasarkan pada prinsip – prinsip yang abstrak dan universal. Tokoh – tokohnya :
(i) Rene Descartes
Menurutnya ilmu adalah keragu – raguan. Ia adalah bapak filsafat modern, yang juga ahli dalam ilmu pasti. Ia jugalah yang berhasil menemukan system koordinat yang terdiri atas dua garis lurus x dan y dalam bidang datar.
(ii) Benedict Spinoza
(iii) Nicholas de Malebranche
(iv) Balise Pascal
(v) Gottfried W. Von Leibnitz
c. The Enlightenment (Zaman Pencerahan)
Pada zaman ini, kekuasaan raja yang absolute dapat dihapuskan dan digantikan dengan pemerintahan yang demokratis. Tokoh – tokohnya antara lain :
(i) Baron de Montesquieu yang terkenal dengan “Trias Politica” nya.
(ii) Jean Jacques Rousseau
(iii) Voltaire
d. Kantian Critism
Tokohnya adalah Immanuel Kant. Menurutnya ilmu adalah keputusan.
e. Idealism
Tokoh – tokohnya antara lain :
(i) Johann Fichte
Menurutnya ilmu adalah diriku yang otonom atau idealisme.
(ii) George Hegel
Menurutnya ilmu adalah sejarah.
(iii) Friedrich W. Von Schelling
(iv) Gustav Thendor Fechner
(v) Rudolph Herman Lotze
(vi) Arthur Schopenhouer
(vii) Friedrich Schleiermacher
(viii) Johann Herbart
f. Positivism
Pemikiran setiap manusia, setiap ilmu dan suku bangsa manusia pada umumnya melewati 3 tahap yaitu :
(i) Tahap Teologis
(ii) Tahap Metafisis
(iii) Tahap positif ilmiah
Tokoh – tokohnya antara lain :
(i) Prancis : August Comte
(ii) Jerman : Ludwig Fauerbach, Karl Marx, Friedrich Engels
g. Existentialism
Filsafat yang memandang segala sesuatu dengan berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi adalah cara manusia berada dalam di dalam dunia. Tokohnya antara lain Soren Kierkegaard, Karl Barth, martin Heidegger dan Karl Jaspers.
h. Phenomenology
Fenomenologi mengenalkan gejala – gejala dengan menggunakan intuisi. Fenomenologi merupakan aliran yang membicarakan fenomena atau gejala sesuatu yang menampakkan diri. Tokoh fenomenologi yang terkenal adalah Edmund Husserl.
i. Pragmatism
Pragmatism adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat. Akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Tokohnya aadalah W. James dan J. Dewey.
j. Psychoanalysis
Tokohnya yang terkenal adalah Sigmund Freud (1856M – 1930M).
k. Intuitionism
Tokohnya adalah Henry Bergson (1859M – 1941M).
l. Neo – Positivism
Tokohnya adalah Moritz Schlick, Ernst Mach, Rudolf Carnap, John Wisdom, Willard Van Orman Quine dan Ludwig Wittgenstein. Menurut Ludwig Wittgenstein ilmu adalah bahasa.
m. Evolutionism
Tokohnya yang terkenal adalah Charles Darwin. Menurutnya ilmu adlaah perkembangan.
n. Utilitarianism
Salah satu tokohnya adalah John Stuart Mill yang menyatakan bahwa ilmu adalah manfaat.
o. German Psycologism
Tokohnya adalah Wilhelm Wundt.
p. Philosophical Hermeneutics
Tokohnya adalah Hans Georg Badamer.
q. Cultural Theory : Structuralism, Postmodernism, dan Deconstructionism.
r. The Revival of Classical Realism
s. Objectivism
t. Critical Rationalism
u. Neo – Realism
v. Neo – Pragmatism
w. The Frankfurt School
The New Idealism.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar